RC Jakarta Cinere Adakan Rotary Information Workshop

Para Rotarian dan Non Rotarian yang hadir menyimak dengan serius apa yang dipaparkan oleh para pembicara pada workshop pengetahuan tentang “Apa sih Rotary itu” dan “Mengapa Saya Menjadi Rotarian” yang diadakan oleh RC Jakarta Cinere di kantor PT Citra Panji Manunggal, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (10/12).

Workshop yang dihadiri oleh 25 Rotarian dan Non Rotarian itu dibuka oleh President Annie Dewi yang menyampaikan apa tujuan diadakannja workshop ini. Informasi tentang Rotary International dalam pengabdiannya kepada kemanusiaan setiap saat terus diupdate dengan perkembangan terbaru. Karena itu para Rotarian wajib untuk selalu mengetahui dan memahami makna visi dan misi Rotary International sehingga dapat meneruskan kepada masyarakat luas dalam pengabdiannya kepada kemanusiaan.

Nampak hadir PDG Mustain Sjadzali, PDG Rodolfo Balmater, PDG KRA Eva Kurniaty, DGE Soemantoro Rajiman, serta PP Tri Setijo Wibowo sekaligus sebagai para pembicara workshop.

Di samping para members RC Jakarta Cinere, nampak hadir juga AG Betty Abalos dan IPP Leticia Balmater - RC Jakarta Gambir, President Henny - RC Bandung Pakuan, President Sukismawaty dan Rtn Maria - RC Jakarta Kelapa Gading, President Nonce Harun - RC Tangerang Selatan, President Hanna - RC Bandung Utara, dan beberapa prospective members RC Jakarta Cinere.

“Hingga kini ada sekitar 1.2 juta anggota Rotary dengan 35.000 RC di 200 negara di dunia, di mana melalui Rotary Foundation telah menyumbang bagi kemanusiaan sebesar USD 2.1 milyar, “ jelas DGE Soemantoro Radjiman yang mengawali workshop dengan sejarah RI.

PP Tri Setijo Wibowo membawa kilas balik kisah RC Jakarta Cinere di masa lalu dalam judulnya “Flashback of RC Jakarta Cinere”. Menarik bahwa RC Jakarta Cinere dalam rentang waktu yang tak sebentar telah banyak berbuat untuk kemanusiaan. Namun dalam skala yang lebih luas tentu masih kecil sekali, bukan apa-apa dibanding masalah penderitaan kemanusian di dunia yang tak ada hentinya. Bakti kemanusiaan memang tak bisa berhenti. RC Jakarta Cinere berkomitmen akan melakukannya sepanjang masa.

Sementara PDG Mustain Sjadzali dalam gilirannya berbicara dengan judul Why I become a Rotarian, seperti biasa mengungkapkan dengan menarik, kenapa dirinya dulu mau menjadi seorang Rotarian. “Saya ini awalnya dipaksa masuk Rotary oleh DGE Soemantoro. Saya nggak akan dapat proyek kalau nggak jadi Rotarian terlebih dulu. Ya terpaksalah saya iyakan,” papar Mustain mengenang masa lalu. Dan sekarang setiap kita tahu, dia tak hanya suka menjadi Rotarian, bahkan ketagihan karena seolah jiwa Rotary telah menyatu menjadi darah dagingnya dalam kegiatan sehari-hari. Di hatinya pasti sudah ada cap logo Rotary. Demikian juga yang telah dilakukan oleh Rotarian lain di D3410 bahkan di dunia. Semua disatukan dalam semangat “Caring, Serving, Giving. Be our way of live. Ordinary people can do extraordinary thing.”

PDG Rudy Balmater sebagai expert menjadi guru yang mumpuni dalam setiap workshop Rotary memaparkan strategisnya peran Leadership dalam Rotary. “Pada dasarnya Rotary member adalah leader dalam masyarakat, sejak dari District Governor, Assistant Governor, District Officers, Club Board of Directors sampai Club members. Jadi dari 60 clubs yang ada di D3410 memiliki 1.180 leaders yang bisa berbuat banyak mengabdi kepada kemanusiaan,” demikian jelas Rudy.

Dalam paparannya lebih lanjut PDG Rudy dengan menarik menyampaikan juga kisah-kisah inspiratif dari para filosof di dunia seperti Socrates, Filosof-filosof Tionghoa dan bahkan Mother Theresa yang tersohor itu dalam pengabdian kepada kemanusiaan yang perlu jadi pegangan sebagai filsafat kehidupan yang lebih baik bagi para Rotarians.

Dan last but not least, PDG Kanjeng Raden Ayu Eva Kurniaty yang benar-benar ayu luar dalam itu, menyampaikan tentang The Rotary Foundation sebagai wadah bagi penggalangan dana untuk membiayai proyek-proyek kemanusiaan di seluruh dunia. Secara singkat tapi padat karena workshop ini bukanlah guna mendapatkan kualifikasi untuk Grants, dipaparkan bagaimana hubungan antara “Grants and Giving”, dari Global Grant sampai Packaged Grant serta jenis donasi dan klasifikasi donor. Kisah sukses yang mendukungnya ditunjukkan oleh RC Cilacap, bagaimana mereka dengan modal dana yang kecil bisa mendapatkan dana besar dari sponsor internasional. Proyek Reklamasi Rawa mereka di Cilacap bisa terlaksana dengan keberhasilan luar biasa, yang mampu mengubah petani yang sejatinya nelayan ‘miskin’ menjadi petani sukses.

Workshop ditutup secara resmi oleh PDG Mustain pada pukul 15.00, dengan sebelumnya menanyakan kesan-kesan para peserta Workshop. Dengan wajah lelah tetapi puas berseri di hati, para hadirin bersiap untuk meninggalkan ruangan membawa bekal ilmu pengetahuan luar biasa bermanfaat. Tersungging senyum di wajah penuh keyakinan dan semangat dalam pengabdiannya pada masyarakat nanti. Pssst…rupanya para peserta wanita masih terkesan dengan PDG Eva, sehingga mendaulat untuk berfoto ria bersama, dan bahkan sebagian masih tinggal untuk berdialog langsung dengannya.