Rotary Club Yogyakarta, Rotary Club Ibaraki Jepang bekerjasama dengan UGM membuat pompa air tenaga surya di Jepitu Gunung Kidul

Pada saat musim kemarau sebagian besar penduduk desa Jepitu kesulitan mendapatkan air bersih. Air bersih diperoleh dengan cara membeli. Warga yang kurang mampu terpaksa “tebang butuh”, yaitu menebang pohon yang belum layak panen dijual dan untuk membeli air bersih. Hal ini berdampak pada kelestarian lingkungan hidup. Pohon-pohon akan semakin habis ditebang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Rotary Club Yogyakarta berusaha memutus lingkaran setan “tebang butuh” tersebut dengan mengupayakan mendapatkan air bersih dengan tenaga terbarukan yaitu Pompa Air Tenaga Surya di Goa Pulejajar, Jepitu Girisubo Gunung Kidul, DIY.

Sekilas Proyek Pompa Air Tenaga Surya
Sumber air disekitar ds.Jepitu selama ini hanya mengandalkan curah hujan dengan system PAH. JIka pada musim kemarau persediaan PAH habis maka warga harus membeli air. Sehingga masalah kesulitan air sangat berdampak pada kebutuhan rumah tangga, MCK dan ternak.

Sumber air yang paling dekat namun sulit dijangkau adalah aliran sungai dalam goa Pulejajar. Aliran sungai dalam goa tersebut kearah laut selatan. Dari aliran tersebut dapat digrafitasikan sampai kemulut goa. Tetapi tidak dapat kemana-mana sehingga perlu dinaikan dengan pompa air.

Beberapa kali survey dan observasi melibatkan tim ahli dari PSLH UGM, yang mampu secara professional melihat langsung debit air dan kondisi goa, sehingga layak untuk dinaikkan ke atas dengan pompa air tenaga surya. Spec panel surya 12 lembar x 200 watt power mampu menaikkan air hingga ketinggian 100 meter. Kapasitas maksimum panel surya 20 meter kubik per hari (8 jam). Pompa air menggunakan pompa DC (tanpa accu). Sehingga perawatannya nyaris tanpa biaya. Hanya membersihkan panel surya dari debu/guguran daun sekitarnya. Jika menggunakan diesel biaya perawatan sangatlah mahal.

Potensi aliran sungai di goa Pulejajar pada musim kemarau sekitar 40 liter / detik. Sehingga masih sangat memungkinkan jika dikembangkan dengan pompa yang lebih besar.

Pada hari ini, Sabtu 3 Desember 2016, Rotary Club Yogyakarta mengadakan Peresmian dan penandatanganan berita acara serah terima proyek ini kepada masyarakat desa Jepitu.
Setelah diserah terimakan kepada masyarakat (Kepala Desa), kebijakan pengaturan aliran air diserahkan sepenuhnya dikelola oleh pengurus desa setempat. Dengan adanya bantuan Pompa Air Tenaga Surya ini diharapkan 1000 kk atau sekitar 4000 jiwa penduduk desa Jepitu dapat terhindar dari kekurangan air pada saat musim kemarau.