Clean Water Project – Garut

Clean water project - Garut RC Jakarta Sunter Centennial

Dengan bangga RC Jkt Sunter Centennial mengumumkan bahwa kami telah melaksanakan proyek saluran air bersih dan fasilitas MCK (toilet umum) di desa Giriawas, Cikajang, kecamatan Garut, Jawa Barat.

Dengan bangga RC Jkt Sunter Centennial mengumumkan bahwa kami telah melaksanakan proyek saluran air bersih dan fasilitas MCK (toilet umum) di desa Giriawas, Cikajang, kecamatan Garut, Jawa Barat. Sekaligus kami telah membentuk sebuah Rotary Community Corps di desa Giriawas, yang mana kami namakan RCC Sunter Garut Cikajang. Berikut ijinkan saya untuk menceritakan latar belakang serta perjalanan kami dalam menuju peresmian Proyek air bersih dan MCK ini.

Bermula dari keinginan dari saya sekeluarga mencari tempat liburan yang tidak umum, yang jauh dari keramaian telah membawa kami menemukan sebuah surga kecil (bagi keluarga kami) di salah satu sudut di desa kecil yang bernama desa Giriawas , pemandangan alam yg khas Indonesia dengan perkebunan teh yang menghampar di bukit2 yang di apit oleh Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray, benar benar telah membius kami sekeluarga serta semakin menyadarkan kami akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menciptakan sebuah surga indah yang masih belum terkontaminasi oleh tangan2 rakus warga kota dengan vila vila mewahnya.

Sejak itu tiap tahun, minimal sekali kami tidak pernah absen mengunjungi desa ini dan berinteraksi dengan alam serta masyarakat setempat, dari sana kami menyadari bahwa ternyata di desa yang alamnya sangat menakjubkan dan subur ini ternyata masyarakatnya masih hidup di bawah standar rata2, dengan tingkat kesehatan yang memprihatinkan. Berdasarkan pengamatan dari tokoh masyarakat setempat, yaitu pak Lucas Dimitri (pemilik rumah tempat kami menginap, seorang pensiunan pegawai perusahaan Jerman, Daimler, yang memang sengaja menyepi disana), ada banyak hal yang mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat desa Giriawas, tapi yang paling mendasar adalah tidak adanya air bersih yang bisa dikonsumsi mereka, umumnya rumah2 penduduk sekitar memakai air selokan yg mengalir dari gunung Cikuray ataupun kalau yang mempunyai sumur, memakai sumur sebagai sumber air mereka, yang mana telah tercemar oleh pupuk kandang maupun pestisida dari perkebunan sekitar. Hal ini diperparah lagi dengan mayoritas penduduk tidak mempunyai kamar mandi yg layak di rumah.

Pak Lucas Dimitri tinggal berdua saja dengan istri tercintanya, ibu Lily menghabiskan masa pensiunnya dengan menanam sayuran organik di tanahnya yang seluas 8 hektar, di desa Giriawas, beliau membentuk sebuah paguyuban tani dengan masyarakat desa setempat, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Mereka risau dengan kondisi kesehatan masyarakat setempat yang sering sakit, beliau tahu persis karena masyarakat setempat kerap meminjam mobil dari beliau untuk membawa pasien ke rumah sakit di kota Garut yang jaraknya 1 jam perjalanan dari desa Giriawas. Berdasarkan kenyataan sehari-hari inilah membuat tekad yang kuat dari Pak Lucas dan ibu Lily untuk membantu menyalurkan air bersih langsung dari mata air gunung Cikuray kepada masyarakat sekitar (sekitar 400 kepala keluarga, kurang lebih 1600 orang) . Ketika mengetahui bahwa kebetulan saya aktif di organisasi sosial, yaitu Rotary club, beliau berinisiatif mengajukan proposal pengadaaan air bersih dan fasilitas MCK senilai kurang lebih Rp 150 juta kepada RC Jkt Sunter Centennial melalui saya. Maka gayung pun bersambut, board RCJSC memutuskan untuk mendanai proyek ini dengan kas club ditambah donasi pribadi dari beberapa member. Kami tidak pakai DDF club karena kebetulan setengah tahun yang lalu dana DDF kami telah terpakai untuk proyek mobile library.

Maka pada bulan Mei 2013 yg lalu, dimulailah peletakkan batu pertama proyek pembangunan saluran air bersih dan fasilitas MCK desa Giriawas, Cikajang, yang di danai secara penuh oleh RCJSC dan Akhirnya tepat pada tgl 20 July 2013 kemarin, diresmikanlah proyek air bersih dan MCK di desa Giriawas, Cikajang Garut ini oleh DG Eva Kurniaty.

Perjalanan ditempuh dari Jakarta menuju Cikajang kami mulai pada hari jumat malam, 19 July 2013 selepas buka puasa, dengan harapan tidak kena macet, ternyata harapan tinggal harapan, macetnya jalan tol mulai dari Tol dalam kota TG Priok-Cawang, sampai Karawang Timur membuat kendaraan kami berjalan merayap seperti siput di sawah. Akhirnya setelah melalui perjalanan selama 6 jam, tibalah kami di sebuah rumah pondokan ala rumah Jawa milik pak Lucas di desa Giriawas. Mulanya saya agak khawatir dengan teman2 rotarian, khususnya DG Eva yang biasanya tidur di hotel bintang 5 (saya lupa bahwa DG Eva juga sering ke daerah2 bencana melalui Shelter Box), tidak betah untuk tidur di sebuah rumah pondokan di tengah kebun teh, yang mana cukup terbuka, yang kadang-kadang kalau lagi tidur sering disapa oleh kodok sawah, ataupun serangga2 liar perkebunan di muka kita. Tapi kekhawatiran itu ternyata tidak berdasar, begitu menginjakkan kaki di pondokkan ( jam 1 pagi dinihari), udara dingin yg menyambut kami telah menepis kekhawatiran di hati saya, suasana yg demikian tenang, khas alam pedesaan telah membuat teman2 Rotarian dan DG Eva langsung merasa betah. Apalagi ketika bangun pagi, begitu membuka pintu belakang pondokkan yang menghadap ke gunung Papandayan disebelah kiri dan gunung Cikuray disebelah kanan, kami semua terkesima, takjub dengan keindahan lukisan alam karya Allah Yang Maha Besar dihadapan kami, rasanya ingin tinggal selamanya disana, menikmati keteduhan,kesejukkan,keindahan dan ketenangan yang telah disajikan alam.

Kegiatan yg kami mulai pagi hari itu ternyata sangat padat, dimulai dengan sarapan Indomie telor + sayur pakcoi organik dari perkebunan Pak Lucas (menurut saya Indomie terlezat yg pernah sy makan dan saya lihat DG Eva dan teman2 rotarian juga sangat menikmatinya), kami mulai Hiking menuju bendungan yg dibuat oleh panitia untuk menampung air bersih di kaki gunung Cikuray, perjalanan mendaki bukit sejauh 3 km ini tidaklah mudah bagi kita yang terbiasa naik mobil, akan tetapi karena udara yang segar di tambah pemandangan yang sangat luar biasa indahnya disepanjang perjalanan kami yang mana melalui hamparan bukit2 perkebunan teh membuat kami melupakan kelelahan fisik ini. Setiba di bendungan, rasa letih kami terbayar sudah ketika menyaksikan bendungan air yg dibuat dari dana RCJSC ternyata sangat baik konstruksinya. Kami juga merasa puas dan bahagia karena kesejukan,kebersihan dan kejernihan air dari mata air gunung Cikuray ini bisa langsung dinikmati oleh kurang lebih 1600 masyarakat desa Giriawas melalui pipa-pipa yang ditanam sepanjang 3 km lebih yang disalurkan langsung dari bendungan kecil ini.

Dalam perjalanan pulang ke pondokkan, kami sempat berinteraksi dengan masyarakat Giriawas yg berprofesi sebagai pemetik teh, sangat menarik menyaksikan dari dekat kehidupan para ibu ibu pemetik teh ini, kami sempat terkejut ketika mengetahui bahwa penghasilan mereka sebagai pemetik teh ternyata hanya sebesar Rp 15 ribu - Rp 18 ribu perhari, yang mungkin uang jajan anak2 kita perhari masih lebih besar dari jumlah ini. DG Eva terlihat sangat menikmati profesi barunya sebagai pemetik teh ketika mencoba belajar memetik teh dari ibu-ibu ini, sampai-sampai beliau berkata kepada kami bahwa ingin menghabiskan hari tuanya di sana (sebagai pemetik teh?? hahaha).

Sesampainya kami di pondokkan (sudah hampir tengah hari), lezatnya nasi liwet dengan lauk ikan asin,tahu,lalapan segar dari kebun dan ayam goreng sudah menanti kami (mohon maaf bagi teman2 yang berpuasa), belum pernah saya melihat DG Eva makan demikian lahapnya, sampai nambah 3x, kata beliau lebih enak dari sajian restaurant hotel bintang 5. Sesudah makan siang yang lezat ini, mulailah acara yg dinanti-nanti, yaitu peresmian Proyek saluran air bersih dan MCK sekaligus peresmian RCC pertama yang di sponsori oleh RCJSC yaitu RCC Sunter Garut Cikajang yang diketuai oleh Pak Lucas. Begitu keran air dari water tank dibuka, tampak sinar mata bahagia terpancar dari pak Lucas dan anggota panitia pembangunan, demikian juga dengan kami semua anggota RCJSC, bahagia karena bisa membantu masyarakat banyak, bahagia karena proyek ini mempunyai High Impact yang luar biasa kepada masyarakat desa Giriawas di masa yang akan datang. Semoga dimasa yang akan datang tingkat kesehatan dari masyarakat desa Giriawas semakin membaik dengan adanya air bersih ini.

Peresmian dilanjutkan dengan peninjauan kelayakan sarana MCK (toilet umum) yang juga dibangun dari dana RCJSC. Bukan kebetulan kalau MCK ini dibangun disebelah masjid, disamping kebutuhan air wudhu yang bersih, juga agar rasa kepemilikan masyarakat setempat bisa tumbuh sehingga pemeliharaan MCK ini tetap terjamin. Sejuk rasa hati kami melihat logo Rotary terpampang di dinding MCK sebelah masjid, betapa indahnya kebersamaan ini, apalagi sambutan masyarakat serta tokoh agama setempat yang sangat hangat dan ramah kepada kami. DG Eva sempat bercerita tentang Rotary secara singkat kepada tokoh agama setempat yg mana disambut dengan penuh perhatian. Setelah mencoba kelancaran dan kebersihan air keran yg dialirkan langsung dari water tank, kami semua sangat puas, bahwa proyek ini telah berjalan sangat baik, pesan DG Eva kepada tokoh masyarakat setempat agar memelihara fasilitas MCK tersebut, sehingga kebersihannya selalu terjaga.

Setelah acara peresmian selesai, maka kita lanjut dengan vocational time, yaitu memetik dan memilih sayur mayur segar organik yang berasal dari hasil kebun pak Lucas, silahkan tanyakan kepada DG Eva, betapa manis dan lezatnya singkong, wortel, pokcoi organik hasil kebun paguyuban yg dibentuk pak Lucas, yang mana kita akan terkejut setelah mengetahui harga jualnya yang sangat murah dibandingkan dengan sayuran biasa yang dijual di pasar tradisional di Jakarta. Ibu-ibu rotarian sampai panic buying dalam memilih sayur mayur yang sangat segar tersebut, apalagi bagi DG Eva yg menurut beliau belum pernah membeli sayur secara langsung di pasar tradisional.

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, kami sempatkan mampir di kamojang, sebelum kota Garut, sebuah tempat wisata eksotis dengan uap panas buminya, kami semua mencoba merasakan sauna alam, uap panas yang mengandung belerang dari panas bumi, kami juga merebus telor mentah yg kami bawa menjadi matang sempurna melalui sumber air panas bumi. Rasanya jangan ditanya, nikmat uap panas dan lezatnya telur hasil rebusan alam, sulit untuk di deskripsikan dalam tulisan ini, silahkan anda semua mencobanya kelak. Sampai-sampai DG Eva bilang kepada kami, hanya first class rotarian yang boleh diajak kemari (maksudnya mungkin hanya yg sumbang uang untuk proyek kali...hahahaha ).

Akhir kata, dalam perjalanan 1 malam ini, kami telah merangkum sebagian besar kegiatan sebuah Rotary Club dalam sebuah kegiatan, mulai dari service project, community service, vocational service dan tak lupa fellowship , terasa sekali keakraban sesama rotarian beserta spouse yang membuat kami merasa rindu saat-saat dimana tengah malam menjelang pagi sambil mendengar suara serangga malam yang sedang bernyanyi di tengah kebun teh, kami saling bertutur cerita dengan akrabnya, mulai dari cerita yang ringan-ringan lucu sampai cerita hantu seram dari DG Eva yang membuat kami semua merinding..hiiiy.

Satu hal lagi, kami membentuk RCC di desa Giriawas Cikajang ini karena kami melihat banyak sekali hal-hal yang masih perlu kami berikan perhatian kepada masyarakat sekitar di kemudian hari, misalnya yang sedang kami upayakan ke depannya adalah Global Grant untuk proyek mobil ambulans, proyek pembangkit listrik tenaga air, maupun klinik bedah. Semuanya ini didasarkan pada kebutuhan yang mendesak dari masyarakat sekitar yang apabila diperluas sampai se kabupaten Cikajang, maka puluhan ribu masyarakat Cikajang akan terlayani. Mudah-mudahan RCJ Sunter tidak sendiri dalam melakukan ini semua, kami butuh dukungan dari Rotary Club yang lain, RCJ Sunter siap bekerja sama melalui dana DDF masing-masing Rotary Club di dalam maupun di luar D3410. Silahkan hubungi kami bagi yang berminat bekerja sama dengan kami dalam mewujudkan motto Service above Self serta Engage Rotary, change Lives. Terima kasih.