Rotary Indonesia perduli Garut

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 September 2016 malam hari, kabupaten Garut Jawa Barat tertimpa musibah banjir bandang yang cukup besar. Luapan sungai Cimanuk yang melintasi Garut, mampu menyapu 7 dari total 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, dan menimbulkan kerusakan yang berat. Tujuh kecamatan tersebut adalah Garut kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Bayongbong, Banyuresmi, Cikajang, dan Cijambe.

Luapan air melintas tidak lebih dari beberapa jam, namun mampu merusakkan ribuan rumah mulai kerusakan kecil hingga kerusakan berat, menghanyutkan rumah-rumah, jembatan, melenyapkan puluhan nyawa, dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal, serta menyisakan banyak kerusakan fasilitas umum di Kabupaten Garut.

Sesaat setelah terjadinya bencana, tim Rotary Disaster Relief area Bandung bersama DG Sadana yang kebetulan tengah berada di Bandung, segera bergerak sigap ke lokasi bencana dengan membawa bantuan berupa 250 nasi boks, 200 buah sarung, perlengkapan mandi, diapers, dll sebagai aksi tanggap. Tim sempat pula meninjau RSUD dr Slamet Garut dan lokasi sekitarnya di kota Garut yang malam itu dipenuhi dengan lumpur, di beberapa titik hingga selutut orang dewasa. Sepulang dari lokasi, tim segera memutuskan membeli 2 buah jet washer kapasitas besar dan dipinjamkan untuk melakukan pembersihan lumpur di RSUD dan fasilitas umum lainnya yang dipenuhi lumpur.

Lumpur setinggi lutut bahkan lebih, di area publik seperti RSUD yg sehari2nya melayani ribuan pasien, dapat dibersihkan dgn jet washer tsb, yg beroperasi 8 jam per hari membersihkan tumpukan lumpur sisa banjir bandang. Alhamdulillah nama Rotary dikenal krn alat tsb dan selama kondisi belum pulih, alat tsb terus bekerja dan memberikan manfaat bagi puluhan ribu warga Garut.

 

Selain itu, tim juga membuka 2 buah posko, Bandung di jalan Hegar Manah no 10, dan Garut yaitu di klinik Yasyifa jl Cimanuk no 194. Di Garut, berlokasi di dekat terminal Guntur, berdekatan dengan bantar sungai Cimanuk yang merupakan lokasi kerusakan terparah, Rotary berkontribusi pula untuk 1 dari 2 dapur umum terbesar yang ada di Garut, bekerja sama dengan VW Club Bandung, PHRI, Asosiasi Chef Indonesia, dan TNI-AD setempat, yang beroperasi hingga masa tanggap bencana usai pada tanggal 3 Oktober 2016 di saat dapur umum lain sudah tutup sebelumnya. Kapasitas produksi dapur ini mencapai 7000 nasi bungkus per hari. Di lokasi yang sama, dibuka pula posko kesehatan bekerja sama dengan Klinik Yasyifa dan VW Club Bandung, melayani korban banjir yang mengalami masalah kesehatan. Posko ini sempat pula melakukan pengobatan keliling menyusuri rumah-rumah penduduk untuk memberikan bantuan pengobatan bagi korban yang tidak bisa datang ke posko kesehatan.

 

Pada perkembangan selanjutnya, selain menyalurkan bantuan logistik dari rekan-rakan Rotary dari dua distric (D3410 dan D3420) maupun non Rotary baik itu berupa selimut, kasur lipat, alas tidur, bahan makanan, dll, tim disaster konsentrasi melakukan upaya pembersihan sisa-sisa lumpur baik di fasilitas umum maupun di rumah-rumah.
Dengan dana yang terhimpun, tim disaster mengirimkan kembali beberapa alat yg dapat membantu pembenahan fasilitas publik yaitu penyedot lumpur, jet washer kecil dan genset yg akan dapat dimanfaatkan utk membersihkan lumpur yg di beberapa lokasi masih sangat menumpuk dan situasinya sangat menyedihkan di mana warga kehilangan tempat tinggal dan sisa2 barang mereka tertimbun lumpur. 
Melihat kondisi pengungsi di luar, kemungkinan penyakit2 pasca bencana akan terjadi dlm bbrp minggu mendatang hingga tim masih harus menyiapkan diri dan tenaga.

Alat2 bantu mesin yg dibeli oleh tim disaster relief Rotary, dipertimbangkan berdasarkan konsep membantu memulihkan keadaan lingkungan awal. Yang mana dipilih sebuah konsep dimana kemungkinannya hal ini agak jarang bisa dilakukan oleh tim bantuan lainnya, maka dipilihlah peralatan2 yg dapat membantu membersihkan ruang gedung, jalan, dsb dr lumpur sisa banjir Jet Washer, 250Bar : yang mampu membersihkan lumpur yg menempel di dinding, lantai dan Water pump, 3". Utk memompa lumpur dari genangan2 kolam lumpur. Tim Disaster Rotary dan beberapa mitra komunitas seperti Walhi dan komunitas Lentera, juga pemda setempat bergerak bersama mengoperasikan alat-alat ini sehingga dapat termanfaatkan dengan baik.

Pasca bencana, menyaksikan bahwa warga kehilangan sumber air bersih, juga cukup banyak MCK milik warga yang hanyut terbawa air, maka bekerja sama dengan Yahintara, Rotary berencana membangun beberapa MCK yaitu di kecamatan Tarogong Kidul, SD Sukaratu di Kecamatan Banyuresmi, dan Kecamatan Cijambe. Saat peninjauan lokasi yang akan dibuat MCK, terlihat pula betapa warga ternyata kekurangan sumber air bersih. Warga di Kp Genteng, Tarogong Kidul, menggunakan air empang dan air sungai sebagai tempat untuk melakukan aktivitas mencuci maupun mandi. Menyaksikan itu, tergerak pula untuk menyediakan fasilitas sumber air bersih sebagai pelengkap MCK. Proses perbaikan MCK dan pembangunan ini diperkirakan baru akan selesai dalam 2 bulan yad, namun manfaatnya pasti akan bersifat jangka panjang bagi warga setempat.