Aktivitas Sederhana tapi mengena

Burjo & Telor Asin by RC Yogyakarta Prambanan

Rotary Club tidak melulu tentang proyek besar-besaran, atau proyek yang melibatkan milyaran, ada kegiatan proyek sederhana berdaya luar biasa, yang bisa kita contoh dari salah satu klub yang masih terbilang baru, Rotary Club Yogyakarta Prambanan (RCYP).

Kesadaran akan jumlah anggota aktif di klub tersebut yang tidak banyak dan dibarengi kenyataan dengan keterbatasan dana, RCYP mulai mengaktifkan klub dengan program-program sederhana yang tidak terlalu mahal namun memiliki kontinuitas.

Program atau proyek tersebut adalah distribusi 1000 burjo dan program 1000 telor asin bagi warga. Bagi penduduk asli Yogyakarta ataupun yang pernah tinggal disana, bubur kacang hijau (bahasa jawa: ijo) yang kemudian disingkat “Burjo” adalah salah satu makanan pendamping yang bernutrisi tinggi dan cukup mengenyangkan dengan harga jual yang relatif murah.

Warung Burjo pun banyak bertebaran disekitar tempat-tempat tinggal warga, khususnya warga pendatang atau mahasiswa kost, warung ini bisa jadi salah satu ajang penyelamat mereka dikala uang saku hanya pas-pasan. Murah, bernutrisi dan mengenyangkan.

Kebetulan salah satu anggota member RCYP ada yang memiliki keahlian membuat burjo ini, Setiap bulan nya RCYP menyiapkan 100 gelas burjo, dan dibagikan ke para tukang becak atau buruh pasar yang lokasi pekerjaannya notabene berpindah-pindah, gelas burjo tersebut yang berbentuk gelas plastik ditempeli stiker Rotary, sebagai hasilnya, para tukang becak dan buruh tersebut senang dan berterimakasih menerima burjo gratis, dilain pihak, nama Rotary pun lebih tersebarluaskan, hal ini berdampak luar biasa dilihat dari kacamata public relations (PR) Rotary. Estimasi bahwa selama 10 bulan kegiatan ini tengah dijalankan, minimal akan ada 1000 orang yang melihat logo Rotary di gelas tersebut, 1000 orang akan mengenal apa itu Rotary.

Selain Burjo, RCYP juga memperdayakan Telor Asin sebagai salah satu bagian proyek PR nya, di daerah Yogyakarta, ada sebuah panti yg membuat telor asin untuk menghidupi keseharian mereka, klub berencana membuat kontrak pesanan 100 telor asin setiap bulannya, telor asin yang sedianya akan ditempel stiker/cap logo Rotary tersebut akan disumbangkan ke panti lain yang membutuhkan.

Panti produsen senang terbantu penjualannya, panti penerima lauk telor asin pun senang menerima sumbangan gratis telor yang bergizi tersebut.

Kembali hasilnya adalah nama Rotary akan semakin dikenal, dalam hal ini RC Yogyakarta Prambanan sebagai pemrakarsa proyek yang dikategorikan kemanusiaan oleh Rotary Int. (Humanitarian Project). Proyek terbilang sangat murah, untuk modal awal baik Burjo maupun Telor Asin hanya memerlukan 300.000 setiap bulannya, sehingga tidak memberatkan dari segi biaya. Tidak tertutup kemungkinan bahwa kuantitas distribusi Burjo dan Telor Asin ini bisa ditingkatkan lebih banyak lagi, sejalannya waktu.

Intisarinya, para anggota klub, khususnya dari RCYP, merasa senang, selain klub memiliki kegiatan aktif dan bermanfaat setiap bulannya, kegiatan ini juga memberi dampak yang cukup mengena bagi lingkungan sekitar dan hal yang luar biasa bagi pengenalan (PR) organisasi Rotary, walaupun dijalankan dengan cara yang sangat sederhana.