Sang Pelita dari Selatan

Yudha P Sunandar, Rtn

Rotary Club Bandung Selatan

Tampaknya,
pertemuan Rotary Club Bandung Selatan pada Jumat, 4 Maret 2016, akan berbeda tanpa sosok yang satu ini. Pria kelahiran Tasikmalaya, 22 Februari 1928 tersebut kini telah menghadap Sang Pencipta. Setelah satu pekan merayakan ulang tahunnya yang ke-88, PDG Sukar Samsudi menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Borromeus, Bandung.

Banyak orang yang tidak percaya atas kepergiannya ini, termasuk kami di Rotary Club Bandung Selatan. Pada pertemuan Rotary Club Bandung Selatan yang dihadirinya terakhir kali pada Jumat, 26 Februari 2016, beliau masih semangat berbincang-bincang dengan para Rotarian muda, tamu dari Rotary Club Cyprus, dan Tante Hetty, Rotarian senior yang lama menetap di Belanda.

Malam itu, PDG Sukar banyak bercerita tentang Indonesia tempo dulu. Tidak jarang, beliau berbincang-bincang dalam empat bahasa dengan Tante Hetty, yaitu: Bahasa Belanda yang dicampur Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia serta bertaburkan Bahasa Sunda. Kami para Rotarian muda terkagum sekaligus terhibur dengan perbincangan malam itu. Rasanya, bila tidak ingat waktu yang hampir tengah malam, kami bisa melanjutkan perbincangan hingga fajar menyingsing.

PDG Sukar sendiri adalah bapak bagi Rotary Club Bandung Selatan. Beliau merupakan sosok yang membidani lahirnya Rotary Club Bandung Selatan. Di Rotary Club binaannya tersebut pula, dia menorehkan baktinya sebagai District Governor Rotary di Indonesia pada 1994-1995. Hebatnya, di usia senjanya, beliau masih setia menjaga “api” organisasi Rotary Club yang pernah mengalami krisis regenerasi beberapa tahun lalu.

Menariknya, PDG Sukar pernah ditolak masuk ke Rotary. Kala itu, ketika ditawari masuk organisasi kemanusiaan ini, beliau mencantumkan pendidikan hanya lulusan Sekolah Dasar. Hal inilah yang membuat Rotary Club di Bandung kala itu menolaknya. “Waktu itu Rotary Club masih sangat ekslusif dan menak. Tidak seperti (Rotary) sekarang yang lebih inklusif dan membumi,” kisahnya pada awal Oktober 2015 silam.

Barangkali, sudah nasibnya harus berada di Rotary. Beberapa waktu kemudian, beliau disponsori MS Hidayat menjadi Rotarian di Rotary Club Bandung Dago. Setelahnya, beliau diberikan amanah untuk memulai embrio Rotary Club baru di Bandung. Kini, Rotary Club tersebut tumbuh dan dijaga hingga akhir hembusan nafasnya.

Ketulusan tanpa pamrih inilah yang membuat PDG Sukar banyak dicintai dan dikasihi oleh banyak orang, terlebih lagi Rotarian Club Bandung Selatan. Bahkan, MS Hidayat, salah seorang anak didiknya, menarik benang merah antara ketulusan tanpa pamrih dengan kejernihan berpikir PDG Sukar Samsudi. “Mengabdi untuk banyak orang dengan tulus dan tanpa pamrih, barangkali inilah yang membuat PDG Sukar masih dikaruniai pikiran yang jernih,” ungkapnya, pada peringatan HUT ke-11 windu PDG Sukar Samsudi.

Bagi kami, Rotarian Club Bandung Selatan, PDG Sukar Samsudi adalah sebuah pelita. Di usia senjanya, beliau masih menjadi pelita para Rotarian muda untuk belajar tentang Rotary dan menjadi Rotarian sejati. Lebih dari itu, beliau juga pelita bagi kemanusiaan, pengabdian, dan kepemimpinan, tiga hal yang menjadi ruh Rotary.

Barangkali, banyak orang melihat pelita Rotary Club Bandung Selatan ini telah padam dan terbenam. Namun, bagi kami, beliau tidak padam, hanya tenggelam. Bagaikan matahari yang tenggelam di ufuk barat, dia tidak benar-benar padam. Hanya saja, matahari tersebut menyinari belahan bumi yang lain. Itulah PDG Sukar Samsudi. Kini, dia masih tetap menjadi pelita bagi kami. Dia hanya pergi sesaat untuk menjadi pelita bagi belahan bumi yang lain.***

Wrote by: Yudha P Sunandar, Rtn